Post ini gue awali dengan: "Post ini gue awali dengan," yang kemudian gue lanjutkan dengan sebuah pertanyaan: "Apa salah satu syarat untuk dapat mempertahankan hidup?"
Pasti di antara kalian yang sekarang lagi baca post gue yang ini langsung jawab dengan jawaban yang masing-masing kalian pasti berbeda. Tapi paling enggak ada dua orang yang punya jawaban yang sama, misalnya jawaban gue sama kayak salah satu dari kalian. Jadiiiiiii siap-siap ya siapa yang bakal dapet kehormatan untuk punya jawaban yang sama kayak gue! Ayo siap-siap!!!
Siap?
...
Siap nggak nih?
...
Udah siap?
...
OKE!
MAKAN!
Yak! Itu jawaban gue. Makan. Yah untuk sebagian orang yang udah kenal gue mungkin lelah ya denger kata makan dari gue, terlebih lagi untuk beberapa orang yang sering gue ajak buat makan. Irma, Ica, dan Deddy emang orang-orang pilihan yang menurut gue tepat hahaha. Makan. Duh tolong ya siapa coba yang sanggup buat nolak makan? Nggak ada. Gue rasa. Yah terkecuali untuk orang-orang yang lagi puasa. Gimana sama orang-orang yang lagi diet? NGGAK! Mereka pasti nggak sanggup buat nolak makan. Kalau di antara kalian yang pernah dapet penolakan atas makan dari mereka yang lagi diet, kalian sebenernya lagi jadi objek iri mereka. Mereka sebenernya pengen banget makan dan nggak sanggup buat nolak tawaran makan kalian (apalagi gratis), tapi kalian tau nggak sih? mereka itu sebenernya selain lagi ditawarin makan mereka juga lagi diancem sama seseorang. Perut! Gelambir! Lemak! Mereka adalah geng jahat yang diketuai oleh Perut yang namanya udah mendunia. Perut udah punya pengaruh yang sangat luar biasa dalam bidang makan permakanan. Gila banget deh itu Perut. Sebenernya apa sih motivasi dia? Apa yang bikin dia sampe kayak gitu coba? Gue sama sekali nggak ngerti. Nggak ngerti sama sekali deh gue. Serius nggak ngerti. Sampai pada akhirnya gue merenung dan mikir semalam suntuk sampai subuh dan udah ngabisin berbotol-botol air dingin, otak gue akhirnya nyerah dan kasih jawaban ke gue. Jawabannya sebenernya masuk di akal sih.
PACAR.
Yak! Perut ngelakuin itu semua demi pacar. Demi mendapatkan pacar. Yaampun! Gilak! Keren! Gue terharu atas perjuangan Perut demi mencapai impiannya. Gue salut :') Dan gue menyampaikan keterharuan gue pada Perut yang saat itu sedang berteriak-teriak di tengah kerumunan sebuah restoran cepat saji yang sering disebut mekdi. Gue makin salut sama Perut. Singkat cerita gue akhirnya bisa akrab sama Perut. Tapi hal itu nggak berlangsung lama, cuma bertahan sekitar beberapa detik. Semua berawal ketika sebuah aroma harum menyenangkan milik burger yang menyeruak masuk ke dalam lubang hidung gue yang nggak seberapa besarnya. Dan semua berakhir ketika gue meletakkan kertas pembungkus burger di atas sebuah piring berwarna putih di hadapan gue. Keakraban kami terputus. Perut gue bungkam dengan telak. Gue menang!
GUE MENANG!
Jadi gue memutuskan untuk melawan Perut mulai detik itu. Gue sadar gue salah teman.
Jadi untuk mempercepat cerita di posting ini, gue bakal langsung aja.
Sebenernya gue suka banget olahan daging ayam. Apa aja. Tapi, gue akhirnya disadarkan oleh sebuah kenyataan yang sangat luar biasa. Gue nggak nyangka gue baru sadar hal itu setelah hampir 19 tahun gue hidup. Dia adalah ayam bakar. Seseorang mengenalkan gue dengan seporsi ayam bakar yang nama belakangnya adalah lotus. Suapan pertama dan rasanya langsung berasa di lidah gue. Nikmat bercampur perih. Rasa bumbu dari ayamnya yang udah meresap ke daging yang baru aja dibakar seperti cowok paling romantis di dunia, manjain banget! Rasa dari sambel yang warnanya merah membakar itu juga... BERASA MEMBAKAR SARIAWAN GUE!!! Yah, kesan pertama yang buruk, sangat buruk. Tapi, demi menjalin hubungan yang baik gue paksakan diri untuk menghabiskan ayam bakar itu meski sariawan gue menjerit-jerit di dalam sana.
Gue mengulang hubungan awal kami dari awal. Paling tidak membuatnya menjadi baik. Kali ini ayam bakar kantin mipa. Rasanya nggak kalah enak dari lotus. Lotus tetap masih jadi urutan pertama di lidah gue. Nggak cukup sampai di situ. Deddy, cowok yang ganteng kalau dilihat dari samping, mengajak gue untuk makan ayam goreng samping arion. Saat itu bulan puasa, dan Deddy ajak gue buka puasa bareng sebelum dia pergi bertemu bapak dan keluarganya di Kalimantan Timur.
Sssttt gue kasih tau satu rahasia ya. Ini cuma di antara kita aja loh ya. Jangan kasih tau orang lain.
Ayam bakar samping arion punya rasa ayam bakar ter-COOL! Lo mesti cobain gimana rasanya sesuap aja bisa bikin lo berasa dilamar cowok paling keren sedunia. Lo bakalan pengen ngunyah terus satu suapan itu entah sampe kapan. Lo nggak bakal rela biarin satu suapan itu jatuh ke Perut. Lidah lo bakal terlena banget sama cita rasa ayam bakar sejati.
Cuma satu yang bakal lo katakan dengan lantang:
BESOK LAGI!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar