Selasa, 01 Mei 2018

Rindu



Aku menuliskan namamu dengan rindu
Sejak hari Senin hingga sekarang hari Minggu
Sejak langit silau hingga langit kelabu
Tak pernah habis rinduku

Aku membisikkan namamu ketika malam
Kamu tidak dengar, mimpi indahmu membuat suaraku teredam
Berbisik sendiri, sampai langit buat aku tenggelam
Tak menghentikanku, kini aku berbisik dalam diam

Padamu aku mengucapkan selamat pagi
Kamu tidak membalas, burung-burung terlanjur menghalangi
Tak kuulangi, sampai kurasa burung-burung sudah terbang tinggi
Lama sekali, sampai matahari hampir pergi

Kutanyakan kabarmu melalui senja
Angin dengan lirih mengembuskan jawaban, bahagia
Aku lega, tapi kuharap kamu juga merindu, sekali saja
Iya, aku gila

Di sini, aku merindu sendirian
Berbekal memori, kujahitkan kehangatan
Bukan damai yang kudapat, malah menciptakan sejuta khayalan;
Menghangatkan abu-abu pada kenangan

Kuseduh kopi, lalu kutitipkan salam bertanda tanya melalui kepulnya padamu
Tahukah kamu, di sini aku merindu?