Aku menuliskan namamu dengan rindu
Sejak hari Senin hingga sekarang hari
Minggu
Sejak langit silau hingga langit
kelabu
Tak pernah habis rinduku
Aku membisikkan namamu ketika malam
Kamu tidak dengar, mimpi indahmu
membuat suaraku teredam
Berbisik sendiri, sampai langit buat
aku tenggelam
Tak menghentikanku, kini aku berbisik
dalam diam
Padamu aku mengucapkan selamat pagi
Kamu tidak membalas, burung-burung
terlanjur menghalangi
Tak kuulangi, sampai kurasa
burung-burung sudah terbang tinggi
Lama sekali, sampai matahari hampir pergi
Kutanyakan kabarmu melalui senja
Angin dengan lirih mengembuskan
jawaban, bahagia
Aku lega, tapi kuharap kamu juga merindu,
sekali saja
Iya, aku gila
Di sini, aku merindu sendirian
Berbekal memori, kujahitkan kehangatan
Bukan damai yang kudapat, malah menciptakan sejuta
khayalan;
Menghangatkan abu-abu pada kenangan
Kuseduh kopi, lalu kutitipkan salam bertanda tanya
melalui kepulnya padamu
Tahukah kamu, di sini aku merindu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar