Minggu, 28 September 2014

CARA MENYELESAIKAN PR

PR, Pekerjaan Rumah, bagi gue adalah sebuah nina bobo yang sangat efektif. PR bagi gue adalah sebuah pengganggu ketenangan hidup. PR juga bagi gue adalah sebuah awal dari banyak hal.

Bagaimana awal mula PR muncul?

Pada awalnya kita lahir ke dunia ini dengan menjerit 'oek' yang disetai tangisan. Ya, sejak lahir kita secara tidak diketahui bagaimana caranya kita tahu bahwa akan ada PR di dunia ini. Semacam firasat buruk. Karena kita dilahirkan belum mampu berbicara dengan fasih, maka kita pun hanya menjerit sambil menangis, bukannya malah curhat ke temen. Lagian juga yang kita lihat pertama kali saat lahir kan suster, atau bidan, atau dokter, atau siapa pun yang bantu mama kita melahirkan kita. Masa iya kita curhat ke mereka, nanti kalo mereka malah cerita-cerita ke bayi-bayi lain yang mereka bantu lahirin gimana? Kan malu u,u

Setelah lahir, kita akan mulai belajar melakukan banyak hal, seperti berbicara, duduk, berjalan, sampai berlari. Bukan jenis berlari yang memungkinkan kita untuk lari dari kenyataan, bukan. Sama sekali bukan. Tapi berlari yang mengakibatkan kita berkeringat, rambut lepek, muka lepek, badan bau, semuanya jelek.

Kita mahir berlari, maka kita pun merasa butuh rival yang setara. Maka  kita pun butuh suatu tempat di mana rival kita yang setara itu berkumpul: Taman Kanak-kanak.

Di sinilah semua berawal.

Di Taman Kanak-kanak kita mulai belajar hal lain, seperti bernyanyi, menggambar, mewarnai, dan menulis.

Denger baik-baik, ya.

Waktu kita untuk berada di Taman Kanak-kanak tidak lama, ada batasan waktu. Kita sedang belajar menulis satu huruf yang ditulis belasan kali dengan bantuan titik-titik yang membentuk huruf tersebut sehingga kita hanya perlu mengikuti titik-titik tersebut. Kita baru menyelesaikan sekitar lima huruf, dan waktu habis. Semua senang karena waktu habis dan kita bisa berhenti dari penyiksaan itu. Tapi, ...

"Anak-anak, menulisnya dilanjutkan untuk PR, ya."

JEDUAARRRRRRRRR!!!!!!!!

Begitulah asal mula PR muncul.

Seiring berjalannya waktu, kita pun tumbuh dewasa. Seiring kita tumbuh dewasa, PR juga ikut tumbuh menyeramkan. Tapi seiring kita tubuh dewasa, semua juga ikut dewasa.

Seperti ini contohnya.



Google muncul sebagai pahlawan. Sebagai pahlawan tanpa jasa, ia datang menyelamatkan malam kita dari keseraman yang menakutkan. Berkat Google, hidup kita menyenangkan.

Berikut tips gue untuk menyelesaikan PR kalian.

Silakan mencoba :)

XOXO


Tidak ada komentar:

Posting Komentar