Minggu, 21 September 2014

Come On Over Kembali :')

Sebelum pos ini gue pernah nyebutin gue baca novel Come On Over. Sebelum pos ini juga gue pernah nyebutin kalo novel Come On Over itu hilang entah di mana. Menghilang tanpa jejak di ingatan gue, tanpa bisa gue selidiki keberadaannya, tanpa bisa gue laporkan ke polisi. Gue pun nggak sanggup untuk melupakan novel itu, bahkan gue juga nggak sanggup untuk mengingat-ingat terus. Novel itu resmi jadi mantan gue.

Mantan memang selalu menjadi penyebab utama semua kegalauan yang dramatis. Come On Over gue pun menyebabkan gue galau. Gue panik berlebihan, uring-uringan, gue bete, dan langit pun mendung. Ah jadi inget Pakel, adek gue, sama Jepri, partner petir-kilat gue. Mereka percaya langit mendung ketika gue bete. Gue juga percaya. Serius, hal ini kayak nggak bisa dibantah, karena memang beberapa kali gue bete pasti langit mendung. Hem atau gue nggak mau mengakui kalau malah langit mendung yang membuat gue bete.

Well, kembali ke topik mantan. Mantan dan gue--kita--nggak bisa dipungkiri bahwa punya memori yang sulit untuk dibuang. Karena memori itu sulit dibuang atau dilupakan, makanya mantan juga sulit untuk dilupakan. Mantan sulit dilupakan, move on sulit dilakukan. Meskipun move on itu bukan berarti lupain mantan, tapi... yah kita pilih arti move on yang bisa mendukung tulisan gue ini.

Move on. Sekarang yang harus gue lakukan adalah move on. Seharusnya nggak sulit karena gue pernah punya mantan yang harus gue move on-in, jadi di sinilah gue di tempat di mana memori hanya memori, kenangan hanya kenangan, dan mantan novel gue yang masih mulus itu sudah gue relakan. Ya, gue sudah merelakan kepergiannya. Gue yakin dia pasti udah melupakan gue lebih dulu. Yah, jujur, walaupun gue udah move on dan merelakannya gue masih punya tempat untuk dia jika suatu saat dia akan kembali.

And... he's back. DIA KEMBALI!

Secara dramatis dia kembali, meskipun gue masih belum melihat dia, tapi dia meyakinkan gue bahwa da akan kembali. Semua memori tentang kami terulang bagai film. Dan kami pun menjadi bintang film. Bahagia rasanya :')

Seua berawal dari...

Beberapa hari sebelum memulai semester baru gue menghubungi beberapa teman gue untuk menanyakan soal novel-novel gue yang mereka pinjam. Sampai pada saat salah seorang teman gue membalas, "Len minjem novel-novelnya Christian Simamora dong." Gue mengiyakan. Lalu, hal mengerikan itu terjadi. Gue bolak-balik buka lemari buku gue, cek satu persatu novel-novel gue, cek selipan-selipan satu rumah, sampai pada akhirnya gue pasrah dan tanya ke sana ke mari ke teman-teman gue yang mungkin pinjam novel itu. Gue juga tanya Irma karena seingat gue dia yang terakhir kali pinjam. Begini isi percakapannya:

22:38, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Ma come on over masih di elu kan ya?
22:38, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Gue lupa nig
22:38, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Nih

22:58, Sep 7 - Irma Rahmayani: Eh udah gue balikin pas sp len
22:58, Sep 7 - Irma Rahmayani: Dipinjem jen bukan?

23:03, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Oh iya ding
23:03, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Di mana ya?
23:03, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Jen nggak nyebutin co2
23:03, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Duh lupa

23:00, Sep 7 - Irma Rahmayani: Udah tanya jen?
23:00, Sep 7 - Irma Rahmayani: Alpin?

23:04, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Sms gue nggak deliv

23:01, Sep 7 - Irma Rahmayani: Bbm?

23:06, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Ke jen
23:06, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Alpin minjem 2 gue nggak inget
23:06, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Duh
23:08, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Bukan di alpin ma
23:08, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Duh lupa nih
23:08, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Inget banget lu nggak selesai
23:08, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Duh
23:09, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Ma besok numpang ya ma

23:06, Sep 7 - Irma Rahmayani: Ooooh iya bener
23:06, Sep 7 - Irma Rahmayani: Temen lu ga ada yg minjem?

23:11, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Enggak ma
23:11, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Gue baru beli pas ketemu ines, terus nggak ketemu dia lagi
23:11, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Lupaaaaa
23:13, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Inget nggak ma balikinnya pas kapan?
23:14, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Pokoknya pas lu sama timah
23:14, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Diajak timah buru buru gitu

23:27, Sep 7 - Irma Rahmayani: Kayaknya elu yg lagi buru2 ?
23:27, Sep 7 - Irma Rahmayani: Langsung gue kasih gitu aja

23:41, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Masa?
23:41, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Lupa-,-
23:42, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Have no idea ada di mana
23:42, Sep 7 - Leny Wiji Astuti: Argh

23:46, Sep 7 - Irma Rahmayani: Trus lu langsung pergi

00:04, Sep 8 - Leny Wiji Astuti: Mau pasrah tapi susah

00:02, Sep 8 - Irma Rahmayani: Duh ada kali len yg minjem cuma lu lupa

00:06, Sep 8 - Leny Wiji Astuti: Iya kali ya
00:06, Sep 8 - Leny Wiji Astuti: Duh

00:17, Sep 8 - Irma Rahmayani: Tunggu besok tanyain yg lain

00:35, Sep 8 - Leny Wiji Astuti: Iya ma
00:35, Sep 8 - Leny Wiji Astuti: Ada interlude ma?

00:43, Sep 8 - Irma Rahmayani: Maaf ya len
00:44, Sep 8 - Irma Rahmayani: Belom gue bawa, waktu itu dipenjemin ke temen ade gue
Trus gue ga pulang

06:12, Sep 8 - Leny Wiji Astuti: Oke ma nggak apa
06:12, Sep 8 - Leny Wiji Astuti: Duh come on over nggak di jen nih

Begitulah isi percakapan gue sama Irma via Whatsapp. Setelah itu gue gue pasrah dan nggak lagi mengingat-ingat. Tapi hal itu cuma bertahan sebentar karena gue terpaksa melihat iklan novel Come On Over bekas dijual, dan ingatan gue tentangnya mulai bermunculan. Gue pun sempet mengira si penjual novel bekas itu yang nemu novel gue :( Tapi setelah itu gue kembali baik-baik saja.

Sampai gue tiba pada sebuah momen dramatis semalam.

18:36, Sep 20 - Irma Rahmayani:

18:39, Sep 20 - Mella Apriliani: Irma kenapa?

18:52, Sep 20 - ziezie: Ada apaan nih?

18:55, Sep 20 - Siti Khotimah: Kenapa?

18:57, Sep 20 - ziezie: kalian jangan bertengkar

18:57, Sep 20 - Siti Khotimah: Jangan mecucu

18:58, Sep 20 - Nurlaela: Knp?

19:45, Sep 20 - Irma Rahmayani:

19:59, Sep 20 - ziezie: Maaaa aduhhh

20:00, Sep 20 - ziezie: leeeen kalian knpa

20:11, Sep 20 - Irma Rahmayani:
20:11, Sep 20 - Irma Rahmayani:

20:28, Sep 20 - Leny Wiji Astuti:

20:33, Sep 20 - Irma Rahmayani:

20:35, Sep 20 - Siti Khotimah: Iya ma dimaafin, maafin gua juga ya, gua banyak salah, banyak banget, suka berhalusinasi yang membuat kalian resah, maaf ya, itu becanda semuanya.

20:36, Sep 20 - Irma Rahmayani: Dah semua

Duh si Siti Timah ye-,- hahaha. Si Irma juga chat gue:

18:39, Sep 20 - Irma Rahmayani: (Isinya: 'Len, sebelumnya gue minta maaf banget sama lu, Len. Sorry udah bikin lu panik, udah bikin lu cemas, udah bikin lu resah. Maaf banget, Len')

Ya, dengan suara parau irma kirim VN itu ke gue dan ke Grup Cubutaan. Ya, Irma sedrama itu. Ya, dia Irma yang asli.

18:57, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Ma lu kenapa?
19:01, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Gue lagi resah sih ma, lagi panik, tapi nggak ada elunya

19:01, Sep 20 - Irma Rahmayani: Jadi gini

19:01, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Ape?

19:02, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Tadinya gue nggak resah
19:02, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Eh jadi resah
19:02, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Ah elu
19:02, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Magrib nih ma

19:03, Sep 20 - Irma Rahmayani: Kan ceritanya gue mau cek interlude udah dibalikin apa belom, gue cek rak buku

19:03, Sep 20 - Irma Rahmayani: Pas gue liat rak buku,
19:03, Sep 20 - Irma Rahmayani: Interlude nya ngga ada

19:03, Sep 20 - Leny Wiji Astuti:

19:04, Sep 20 - Irma Rahmayani: Adanya...

19:04, Sep 20 - Irma Rahmayani: Buku CO2 !!!!!!

19:04, Sep 20 - Leny Wiji Astuti:

19:04, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: KAMPRET

19:05, Sep 20 - Irma Rahmayani:

19:06, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Gila lu emang

19:06, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Drama abis
19:06, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Gila
19:06, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Gila
19:13, Sep 20 - Leny Wiji Astuti: Yaudah jagain ma

19:44, Sep 20 - Irma Rahmayani:


Begitulah sampai akhirnya novel itu kembali.

Ini bukan yang pertama. Hal yang sepertinya serupa pernah terjadi. Gue dan Irma sama-sama pelupa. Kami sering main utang-utangan satu sama lain. Sampai Irma bokek dan minta gue bayar utang, kami memutuskan untuk itung utang selama sekitar seminggu dan hasilnya adalah...


Utang kami cuma selisih Rp2.000. Tapi gue lupa siapa yang utang segitu.

Ya, kami memang terlalu dramatis dan terlalu buset.

Intinya gue senang novel itu kembali.

Muah :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar