Senin, 21 November 2016

Nyata dalam Gelap


Terangku berubah gelap dalam sekejap
Sinar duniaku seketika lenyap
Cahaya yang sempat ada kini menguap
Hitam pekat sekarang menjadi atap

Dahulu, yang kukira nyata kini kabur berubah semu
Entah, mungkin memang semu sejak dulu
Sekarang terasa seperti lagu romansa indah berubah lagu sendu
Dan sesederhana dua menjadi satu

Harapanku ternyata tidaklah sempat terdengar merdu
Yang awalnya indah kemudian berlalu
Bodoh sekali aku sempat terpedaya racun cumbu
Pahit rasanya memaksa berteriak, tapi kelu

Kebodohan menyerang jantungku dengan telak
Kekeliruan menyumbat aliran darah, dan membunuhku kelak
Keluguan menguasai akal sehat, rusak
Keindahan sementara merebut oksigen dari paru-paru, sesak

Lalu gelap menyeruak, tapi di sinilah kutemukan nyata
Nyata dirimu berdiri di sana menungguku menyapa
Kau terlihat tenang tak ingin merusak yang ada
Dan akulah yang selama ini buta

Maafkan aku tak sempat melirikmu
Maafkan aku sempat menganggapmu batu
Maafkan aku membiarkan belati mengisi hatiku
Maafkan aku bila terlambat mengucap aku mencintaimu

2 komentar: