Apalah aku
Hanya berteman dengan angin
Hanya berteman dengan malam dingin
Hanya berteman dengan langit malam yang beku
Apalah aku
Seperti kopi yang merindukan gula
Seperti kopi yang rela mengirim kepulnya untuk mencari gula miliknya
Seperti kopi yang pasrah kehabisan kepulnya
Tapi, tak apalah
Masih ada dingin yang menyelimutiku
Masih ada pahit yang memenuhi duniaku
Sungguh, tak apa
Mungkin, kalau diizinkan
Aku ingin sekali berharap dapat hidup di suatu senja
Aku ingin sekali berharap dapat menyesap manisnya gula
Aku ingin sekali merasakan rindu yang sempat tiada
Sempat kurasakan semua itu
Sempat aku hanya mampu berharap
Sampai kau hadir
Menciptakan pelangi di suatu senja dan membawaku ke sana
Membawa manis serta hangat untuk kopiku
Memberikan teduh, manis, serta hangat yang dahulu hanya mampu kuimpikan
Sungguh aku bingung
Bagaimana caraku untuk berterima kasih?
Sungguh aku takut
Bagaimana aku membuatmu bertahan?
Atau,
Bolehkah kau membuat dirimu sendiri bertahan?
Terima kasih, aku bahagia.
Tapi, aku juga takut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar